Pada tanggal 4 November, Wellsenn XR merilis serangkaian laporan yang melacak penjualan di industri VR/AR. Laporan tersebut menunjukkan bahwa penjualan VR global mencapai 1,18 juta unit pada Q3 2024, menunjukkan penurunan YoY sebesar 5%.
Penyebab utama turunnya penjualan di kuartal ketiga ini disebabkan oleh penurunan penjualan Sony PS VR2 dan Quest 2. Penjualan kumulatif Sony PS VR2 di Q3 berjumlah 96.000 unit. Pada periode yang sama tahun lalu, PS VR2 baru saja diluncurkan dan terjual sebanyak 200.000 unit, menandai penurunan year-on-year sebesar 52%. Penjualan Meta pada kuartal ketiga stabil di angka 850.000 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan Quest 2 terutama dalam tahap izin. Penurunan jumlah diimbangi oleh Quest 3, yang menunjukkan stabilitas pangsa pasar Meta secara keseluruhan.
Pada Q3, Vision Pro Apple terjual 60.000 unit, menunjukkan penurunan penjualan secara bertahap.
Penjualan global diperkirakan akan mencapai 7,74 juta unit pada tahun 2024, meningkat 3% dari tahun 2023. Pasar VR diperkirakan akan membalikkan tren penurunan penjualan dalam dua tahun terakhir dan kembali tumbuh, meskipun industri VR diperkirakan masih akan mengalami penjualan yang relatif rendah dalam beberapa tahun ke depan.
Penjualan AR global pada Q3 2024 berjumlah 106,000 unit, penurunan year-on-year sebesar 4%. Pasar secara keseluruhan masih lemah pada kuartal ini karena penurunan belanja konsumen, sehingga produsen AR mengurangi upaya promosi saluran mereka. Permintaan B2B tradisional untuk kacamata AR secara bertahap menyusut, dan munculnya kacamata pintar AI non-display juga berkontribusi terhadap lemahnya kinerja penjualan secara keseluruhan.
Pada tahun 2024, penjualan AR global diperkirakan akan mencapai 510.000 unit, dan masih tetap stabil. Pertumbuhan kacamata BB mengalami hambatan, dan kacamata tampilan informasi panduan cahaya gagal mempertahankan momentum, sehingga menimbulkan tantangan bagi pasar AR pada tahun 2024.